Festival Wong Gunung 2025 Kabupaten Pemalang tidak hanya menjadi ajang pagelaran budaya dan seni masyarakat lereng Gunung Slamet, tetapi juga menjadi tonggak sejarah bagi lahirnya sebuah program strategis yang diharapkan mampu mempercepat pembangunan perdesaan. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Dinpermasdes) secara resmi meluncurkan Program Jembatan Desa, sebuah inisiatif jejaring multipihak untuk membangun tata kelola kawasan perdesaan berbasis pertanian dan pariwisata di Kecamatan Pulosari.
Launching program ini ditandai dengan rangkaian acara seremonial yang melibatkan berbagai unsur multipihak, mulai dari unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, pelaku usaha, akademisi, komunitas budaya, hingga para petani dan pelaku pariwisata lokal. Dengan latar panggung megah yang menampilkan ornamen seni tradisional khas pegunungan, acara launching berlangsung khidmat sekaligus meriah, mencerminkan semangat kebersamaan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa.
Program Jembatan Desa dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk mengintegrasikan berbagai potensi unggulan Pulosari. Kawasan ini sejak lama dikenal dengan hasil pertaniannya yang khas dan bernilai ekonomi tinggi, seperti kopi berkualitas, hortikultura segar, jahe yang menjadi komoditas herbal unggulan, serta tembakau yang telah lama menjadi sumber penghidupan petani. Potensi ini kini diperkuat dengan sektor pariwisata alam, budaya, dan ekowisata yang terus berkembang, menjadikan Pulosari sebagai kawasan dengan daya tarik yang semakin meningkat.
Melalui jejaring multipihak yang dibangun, program ini menekankan pada tiga arah utama pembangunan. Pertama, penguatan sektor pertanian, dengan fokus pada peningkatan kualitas produksi, inovasi teknologi budidaya, serta penguatan kelembagaan petani agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kedua, pengembangan sektor pariwisata, dengan menghadirkan destinasi yang dikelola secara profesional berbasis budaya lokal dan ramah lingkungan. Ketiga, pemberdayaan masyarakat, agar warga desa menjadi aktor utama dalam pengelolaan potensi daerahnya sendiri, sekaligus merasakan manfaat nyata dari setiap pembangunan yang dilakukan.
Bupati Pemalang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Jembatan Desa bukan hanya sekadar sebuah inovasi, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk menjadikan Pulosari sebagai kawasan percontohan tata kelola desa terpadu. Dengan adanya program ini, Pemalang menegaskan komitmennya untuk mewujudkan visi pembangunan daerah yang Resih, Hijau, dan Apik, sesuai dengan misi besar Kabupaten Pemalang dalam membangun desa yang mandiri dan berdaya saing.
Festival Wong Gunung 2025 menjadi simbol kuat bahwa pembangunan desa dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan lingkungan. Kehadiran seni, budaya, dan tradisi lokal tidak hanya memperindah acara, tetapi juga menjadi pengingat bahwa identitas desa harus tetap terjaga di tengah modernisasi. Kolaborasi multipihak melalui Jembatan Desa diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dengan cara yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan launching Program Jembatan Desa ini, Kecamatan Pulosari diharapkan menjadi kawasan perdesaan yang tidak hanya produktif secara ekonomi melalui sektor pertanian dan pariwisata, tetapi juga menjadi ruang hidup yang harmonis, lestari, dan memberikan kebanggaan bagi masyarakatnya. Ke depan, hasil dari kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Pemalang, bahkan di tingkat regional.

Berita sangat bagus