PEMALANG – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Pemalang melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) bulanan pada Kamis (17/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Randudongkal, tersebut menjadi forum koordinasi untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas pendampingan pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa.
Rakor diawali dengan pembukaan dan arahan Koordinator Kabupaten (Korkab) TPP P3MD Kabupaten Pemalang, Muhammad Jamroni. Dalam arahannya, Jamroni menekankan pentingnya kedisiplinan dan ketepatan waktu dalam proses pengajuan serta rekomendasi gaji bulanan tenaga pendamping.
Menurutnya, proses pencairan dan rekomendasi gaji harus didukung dengan pelaksanaan verifikasi dan validasi (verval) secara teliti. Verval dilakukan antara lain dengan memastikan kesesuaian Dokumen Rencana Penarikan (DRP) dengan bukti fisik pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Agenda selanjutnya diisi dengan arahan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pemalang, Andri Adi. Dalam arahannya, Andri menekankan pentingnya membangun sinergi yang kuat dan berkelanjutan antara TPP dengan jajaran Dinas dalam mengawal berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Sinergi tersebut diperlukan agar pendampingan di desa dapat berjalan secara efektif, transparan, dan tepat sasaran. Koordinasi yang baik antara pendamping, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan perangkat daerah juga menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai program desa dapat dilaksanakan sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat.
Rakor kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan pendalaman permasalahan pendampingan di 14 kecamatan se-Kabupaten Pemalang. Forum tersebut menjadi ruang bagi para pendamping untuk menyampaikan berbagai dinamika yang ditemui di lapangan, baik berkaitan dengan administrasi, aspek teknis pelaksanaan program, maupun koordinasi dengan pemerintah desa.
Melalui diskusi tersebut, berbagai permasalahan dipetakan untuk selanjutnya dibahas bersama guna menemukan langkah penyelesaian dan solusi yang konstruktif. Pertukaran pengalaman antarpendamping juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas dalam melaksanakan tugas pendampingan di masing-masing wilayah.
Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan pemaparan teknis dan praktik penggunaan Aplikasi Monitoring dan Evaluasi Dana Desa (Monev DD) yang disampaikan oleh Person in Charge (PIC) aplikasi. Praktik langsung atau hands-on diberikan kepada para pendamping untuk meningkatkan pemahaman dan memastikan aplikasi dapat digunakan secara optimal dalam mendukung proses monitoring dan evaluasi Dana Desa.
Selain Monev Dana Desa, rakor juga membahas sejumlah isu strategis dalam pembangunan desa, antara lain penguatan kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), optimalisasi program ketahanan pangan desa, serta berbagai aspek pendukung pemberdayaan masyarakat desa.
Rakor TPP P3MD Kabupaten Pemalang berlangsung dalam suasana interaktif dan produktif. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan komunikasi antarpihak, sekaligus meningkatkan kualitas pendampingan kepada pemerintah desa dan masyarakat.
Melalui koordinasi yang dilakukan secara berkelanjutan, TPP P3MD Kabupaten Pemalang berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah desa dalam mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang efektif, partisipatif, serta berorientasi pada peningkatan kemandirian desa di Kabupaten Pemalang.
